Lomba Lovebird di Bursa Depok Solo


Suasana berbeda muncul di tengah lapangan Pasar Burung Depok Solo. Tempat yang awalnya kosong dan biasa digunakan untuk menjemur burung bagi para pedagang, kini telah disulap menjadi arena lomba. Gantangan burung dari nomor 1 hingga 36 kini telah dipasang permanen. Ya, itulah gantangan baru yang dibangun untuk ajang mencari bakat-bakat terbaik dari lovebird yang ada di Solo Raya yang dikemas dalam even “Bursa Lovebird Solo”.

Lomba lovebird bursa depok solo
Gagasan yang datang dari Itok LB Shop Solo dan Puguh Liontin ini memang tergolong tidak biasa dari even bertajuk bursa burung. “Memang tidak seperti bursa sebagaimana dipahami selama ini yaitu sebagai ajang pameran dan sesekali dibarengi kontes. Bursa Lovebird Solo yang kita gagas adalah semacam latihan bersama bagi para burung pemula di kelas lovebird. Nanti yang berhasil jadi juara langsung kita tawarkan ke pengunjung untuk dibeli. Bila tidak ada pembeli langsung, kita yang sendiri yang akan beli. Tokh, even ini memang berangkat dari banjirnya pesanan dari pembeli terhadap burung lomba. Kita berharap dengan adanya even ini, akan terseleksi lovebird terbaik yang kelak mampu moncer di arena lomba besar. Intinya even ini menjadi filter dalam mencari bakat-bakat terbaik dari Solo Raya bagi calon jawara di kelas lovebird baik di Solo Raya maupun di Inonesia nantinya,” ujar Itok. “Pokoke pembeli tidak membeli kucing dalam karung. Burung akan dibeli lewat even ini adalah burung yang memang juara dan berdasar pilihan para juri yang kompeten di bidangnya,” imbuhnya.
Even yang ditengah gelarannya dilanda hujan lebat ini akhirnya berhasil memilih dua juara terbaik yaitu Primadona milik Andrew dari GK 14 di sesi A dan Limbuk milik DMR Solo di sesi B. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua peserta dan kepada Om Warjo IKPBS, kami ucapkan terima kasih karena sudah memberikan masukan-masukan demi lancarnya gelaran ini,” pungkas Puguh Liontin mewakili panitia

Jadwal Lomba Bursa Pasar Burung Depok Solo

Sudah beberapa pekan ini, tiap sore digelar kegiatan bernama Bursa Love Bird Solo, mengambil tempat di halaman tengah pasar burung. Hanya hari Selasa dan Sabtu diliburkan, karena sudah ada gelaran latber lainnya, yaitu PJSI di komplek GOR Manahan, dan IKPBS di halaman belakang Dinakeswan Balekambang, yang posisinya hanya sejengkal saja dari pasar burung Depok SoloNamanya bursa, tentu isinya adalah burung-burung yang memang hendak dijual. Bedanya, burung-burung yang ikut bursa ada yang menilai. Tiap sesi diisi 33 gantangan, dengan format 11 burung memanjang, sebanyak 3 baris.
Tiketnya 10 ribu, dan khusus bursa bulanan setiap hari Rabu sore pekan kedua, jadi 20 ribu. Kalau ikut yang tiketnya 10 ribu, bila ada yang berminat harus boleh dibeli harganya maksimal 2 juta. Untuk bursa bulanan, harga bandrol maksimalnya naik jadi 3 juta rupiah.
Pesertanya ternyata selalu penuh, tiap sore digelar 3 sampai 4 sesi, tergantung kondisi cuaca. Menurut Itok, pemilik Itok Love Bird Shop yang menggagas kegiatan ini, sekarang banyak pemain maupun pemantau dari luar kota yang tiap sore datang untuk mencari burung love bird prospek juara, tapi harganya terjangkau, bahkan sudah dibatasi maksimal 3 juta untuk bursa bulanan dan 2 juta untuk bursa harian.
 Panitia bursa lovebird pasar depok solo 
Kegiatan yang digagas oleh Itok, Puguh, Nano, dan kawan-kawan mendapatkan simpati dan dukungan penuh dari para bakul di pasar burung Depok Solo, sebab memang sudah terbukti membuat pasar menjadi semakin ramai, transaksi bagi para pedagang pun secara umum, termasuk di luar burung love bird, ikut terdongkrak naik.
Sebelum kegiatan Bursa, Itok juga sudah membuat gebrakan untuk menjadikan pasar love bird kembali jalan dan bergairah: dengan cara mengumumkan kesanggupan untuk membeli semua jenis love bird, apakah warna atau suara, semua kategori umur, dan berapa pun jumlahnya dijamin akan ditampung atau dibeli.
Urusan beli membeli atau menampung semua jenis love bird, semua umur, dan berapa pun jumlahnya, sampai sekarang juga masih tetap berlaku. Demikian pula kalau ada orang luar kota yang mau beli, Itok juga menyatakan sanggup mengirim ke semua alamat di semua daerah di tanah air.
Bursa memang menjadikan semua pihak diuntungkan. Para breeder atau bakul pemula yang ingin menjual burung yang memang fihgter dengan harga lebih tinggi, bisa ketemu dengan calon pembeli langsung, tanpa melalui makelar. Calon pembeli pun punya kesempatan untuk memantau secara teliti burung yang hendak dicari, juga membandingkan satu dengan yang lain untuk memastikan burung yang dibeli benar-benar burung fighter, dan bukan seperti membeli kucing dalam karung.

1 komentar: