Suasana berbeda muncul di tengah lapangan Pasar Burung Depok Solo. Tempat yang awalnya kosong dan biasa digunakan untuk menjemur burung bagi para pedagang, kini telah disulap menjadi arena lomba. Gantangan burung dari nomor 1 hingga 36 kini telah dipasang permanen. Ya, itulah gantangan baru yang dibangun untuk ajang mencari bakat-bakat terbaik dari lovebird yang ada di Solo Raya yang dikemas dalam even “Bursa Lovebird Solo”.
Even yang ditengah gelarannya dilanda hujan lebat ini akhirnya berhasil memilih dua juara terbaik yaitu Primadona milik Andrew dari GK 14 di sesi A dan Limbuk milik DMR Solo di sesi B. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua peserta dan kepada Om Warjo IKPBS, kami ucapkan terima kasih karena sudah memberikan masukan-masukan demi lancarnya gelaran ini,” pungkas Puguh Liontin mewakili panitia
Jadwal Lomba Bursa Pasar Burung Depok Solo
Sudah beberapa pekan ini, tiap sore digelar
kegiatan bernama Bursa Love Bird Solo, mengambil tempat di halaman
tengah pasar burung. Hanya hari Selasa dan Sabtu diliburkan, karena
sudah ada gelaran latber lainnya, yaitu PJSI di komplek GOR Manahan, dan
IKPBS di halaman belakang Dinakeswan Balekambang, yang posisinya hanya
sejengkal saja dari pasar burung Depok SoloNamanya
bursa, tentu isinya adalah burung-burung yang memang hendak dijual.
Bedanya, burung-burung yang ikut bursa ada yang menilai. Tiap sesi diisi
33 gantangan, dengan format 11 burung memanjang, sebanyak 3 baris.
Tiketnya
10 ribu, dan khusus bursa bulanan setiap hari Rabu sore pekan kedua,
jadi 20 ribu. Kalau ikut yang tiketnya 10 ribu, bila ada yang berminat
harus boleh dibeli harganya maksimal 2 juta. Untuk bursa bulanan, harga
bandrol maksimalnya naik jadi 3 juta rupiah.
Pesertanya
ternyata selalu penuh, tiap sore digelar 3 sampai 4 sesi, tergantung
kondisi cuaca. Menurut Itok, pemilik Itok Love Bird Shop yang menggagas
kegiatan ini, sekarang banyak pemain maupun pemantau dari luar kota yang
tiap sore datang untuk mencari burung love bird prospek juara, tapi
harganya terjangkau, bahkan sudah dibatasi maksimal 3 juta untuk bursa
bulanan dan 2 juta untuk bursa harian.
Kegiatan
yang digagas oleh Itok, Puguh, Nano, dan kawan-kawan mendapatkan
simpati dan dukungan penuh dari para bakul di pasar burung Depok Solo,
sebab memang sudah terbukti membuat pasar menjadi semakin ramai,
transaksi bagi para pedagang pun secara umum, termasuk di luar burung
love bird, ikut terdongkrak naik.
Sebelum
kegiatan Bursa, Itok juga sudah membuat gebrakan untuk menjadikan pasar
love bird kembali jalan dan bergairah: dengan cara mengumumkan
kesanggupan untuk membeli semua jenis love bird, apakah warna atau
suara, semua kategori umur, dan berapa pun jumlahnya dijamin akan
ditampung atau dibeli.
Urusan beli
membeli atau menampung semua jenis love bird, semua umur, dan berapa pun
jumlahnya, sampai sekarang juga masih tetap berlaku. Demikian pula
kalau ada orang luar kota yang mau beli, Itok juga menyatakan sanggup
mengirim ke semua alamat di semua daerah di tanah air.
Bursa
memang menjadikan semua pihak diuntungkan. Para breeder atau bakul
pemula yang ingin menjual burung yang memang fihgter dengan harga lebih
tinggi, bisa ketemu dengan calon pembeli langsung, tanpa melalui
makelar. Calon pembeli pun punya kesempatan untuk memantau secara teliti
burung yang hendak dicari, juga membandingkan satu dengan yang lain
untuk memastikan burung yang dibeli benar-benar burung fighter, dan
bukan seperti membeli kucing dalam karung.
Lat ber depok solo memang oke dan saya suka sekali lomba di sana
BalasHapus